Ragam Jenis Kejahatan Siber

5
(1)

“Pelajari seluk-beluk cybercrime dan cara untuk melindungi diri dari ancaman kejahatan melalui komputer, termasuk peretasan situs dan pencurian data. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan UU ITE untuk mencegah terjadinya kejahatan cyber.”

Peretasan situs adalah salah satu bentuk kejahatan cyber atau kejahatan melalui komputer. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan UU No. 11 Tahun 2008 dan UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE) untuk mencegah terjadinya kejahatan cyber di Indonesia.

Cybercrime didefinisikan sebagai pelanggaran yang dilakukan terhadap perorangan atau kelompok individu dengan motif kriminal untuk menyakiti reputasi korban, atau menyebabkan kerugian fisik atau mental, atau kerugian kepada korban baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan menggunakan jaringan telekomunikasi modern seperti Internet dan telepon genggam (Bluetooth / SMS / MMS).

Dapatkan Kabar Terbaru dari Kami melalui Whatsapp Channel Chayra.ID. Jadi, jangan ragu lagi! Temukan solusi terbaik untuk kebutuhan bisnis Anda

Cybercrime dapat mengancam seseorang, keamanan negara, atau kesehatan finansial. Menurut Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), kerugian serangan siber secara global diperkirakan mencapai 84.000 triliun pada tahun 2021. Selain itu, cybercrime juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi di masa pandemi ini, dengan modus utama seperti pencurian data dan pembobolan rekening.

Cybercrime memiliki beberapa bentuk, diantaranya:

  1. Unauthorized Acces to Computer System and Service, yaitu kejahatan yang terjadi saat seseorang menyusup ke dalam sistem jaringan komputer milik orang lain tanpa izin atau sepengetahuan pemilik sistem jaringan tersebut. Contoh dari kejahatan ini adalah probing dan port.
  2. Illegal Contents, yaitu kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet yang tidak benar, tidak etis, dan melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Contohnya, memuat berita bohong atau fitnah yang merusak martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi, atau memuat informasi rahasia negara.
  3. Data Forgery, yaitu kejahatan yang dilakukan dengan memalsukan data pada dokumen penting yang ada di internet.
  4. Cyber Espionage, Sabotage, dan Extortion, yaitu kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata pada pihak lain. Sabotage dan extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat kerusakan atau penghancuran data, program komputer, atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.
  5. Data Theft, yaitu kejahatan yang mengambil data komputer milik orang lain secara tidak sah, baik untuk digunakan sendiri atau digunakan untuk orang lain. Identity theft merupakan salah satu contohnya.
  6. Infringements of Privacy, yaitu kejahatan yang biasanya ditujukan pada keterangan pribadi seseorang pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized. Data ini dapat merugikan korban secara materiil maupun imaterial seperti nomor kartu kredit atau nomor PIN ATM.
  7. Cyber Terorism, yaitu tindakan cybercrime yang mengancam pemerintah atau warga negara, termasuk cracking pada situs pemerintah atau militer.
  8. Cracking, yaitu kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer untuk merusak sistem keamanan suatu sistem komputer dan biasanya melakukan pencurian atau tindakan anarkis setelah mendapatkan akses.
  9. Carding adalah bentuk kejahatan cybercrime yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer untuk melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit orang lain tanpa izin, sehingga dapat merugikan korban baik secara materiil maupun non materiil.

Oleh karena itu, kita harus lebih berhati-hati dan memperkuat sistem keamanan komputer kita untuk mencegah menjadi korban dari kejahatan cyber. Selain itu, kita juga harus menjaga privasi diri kita dengan tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal atau tidak perlu. Dengan melakukan hal ini, kita dapat mengurangi risiko terkena cybercrime dan menjaga keamanan data dan privasi kita.

 

Apakah kabar ini berguna?

Anda yang tentukan bintangnya!

Tingkat Kepuasan 5 / 5. Jumlah pemberi bintang: 1

Belum ada yang kasih bintang! Jadi yang pertama memberi bintang.

Karena kabar ini berguna untuk anda...

Kirimkan ke media sosial anda!

Pandu langkahmu menuju kesuksesan sebagai seorang advokat dengan mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Chayra Institute, bekerjasama dengan DPN PERADI dan PMIH Universitas Pancasila.

Dalam program PKPA, kamu akan dibimbing oleh tenaga pengajar yang berpengalaman dan ahli di bidang hukum. Kurikulum yang disusun secara komprehensif akan memberikan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek penting dalam praktik Hukum. Dapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan profesi advokat saat ini.

Ikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Chayra Institute sekarang juga!

Eksplorasi konten lain dari Chayra.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca