Ragam Cara Mengalihkan Merk Terdaftar, Bagaimana Caranya?

5
(2)

“Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis mengatur bahwa hak atas merek dapat dialihkan melalui pewarisan, wasiat, hibah, perjanjian, atau sebab lain yang diperbolehkan oleh hukum. Pahami cara transfer hak atas merek dengan benar agar tidak melanggar peraturan yang berlaku”

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, suatu merek yang terdaftar dapat dialihkan atau beralih hak miliknya melalui pewarisan, wasiat, waqaf, hibah, perjanjian, atau sebab lain yang diperbolehkan oleh hukum. Ini berarti bahwa sebagai aset kepemilikan, merek dapat dijadikan sebagai suatu aset yang dapat ditransfer atau dialihkan hak miliknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mari kita ulas penjelasannya satu persatu!

Dapatkan Kabar Terbaru dari Kami melalui Whatsapp Channel Chayra.ID. Jadi, jangan ragu lagi! Temukan solusi terbaik untuk kebutuhan bisnis Anda

  1. Pewarisan, Hak atas HKI berupa hak atas merk dapat beralih karena pewarisan terjadi secara otomatis dari pemilik atau pemegang hak selaku pewaris kepada ahli warisnya.
  2. Wasiat, Wasiat terjadi ketika pemberi wasiat meninggal dunia dan meninggalkan wasiat terhadap si penerima wasiat bahwa suatu usaha yang memiliki merk tersebut dialihkan kepada pihak yang diinginkan oleh si pemberi wasiat.
  3. Hibah, Pengalihan hak atas merk melalui hibah dimana selama masa hidupnya menyerahkan HKI kepada penerima hibah secara cuma-cuma.
  4. Perjanjian, Peralihan hak atas merk dapat dilakukan melalui perjanjian yang telah disepakat oleh pemberi hak atas merk dan penerima. Akan tetapi perlu dipahami ya, perjanjian lisensi tidak termasuk ke dalam pengalihan hak atas merk sebagai mana dalam UU Merk ya!
  5. Sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan, Peralihan hak atas merk dapat dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, misalnya perubahan kepemilikan merk karena pembubaran badan hukum, restrukturisasi, merger atau akuisisi.

Menurut Pasal 41 dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis, setiap pengalihan hak atas merk harus didukung oleh dokumen yang sesuai dan harus diajukan untuk dicatatkan kepada Direktorat Jendral HKI dengan membayar biaya yang ditentukan. Apabila pengalihan hak tidak dicatatkan dalam Daftar Umum Merek, maka tidak berlaku hukum untuk pihak ketiga. Pengalihan hak atas merk juga akan diumumkan melalui Berita Resmi Merek.

Catat ya, penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa hak atas merek  adalah  hak  yang  bersifat  khusus  (exclusive)  yang diberikan  oleh  negara  kepada  pemiliknya  untuk  menggunakan  merek itu sendiri, ataupun melakukan peralihan hak merk yang telah terdaftar. Sehingga pemberian hak khusus yang dimaksud diatas membahwa konsekuensi untuk mendaftarkan merknya, sehingga sifat pendaftaran atas merek  adalah  bersifat wajib  (compulsory).

Jangan lupa daftarkan merek mu ya, jika Anda ragu jangan ragu untuk menghubungi kami.

Apakah kabar ini berguna?

Anda yang tentukan bintangnya!

Tingkat Kepuasan 5 / 5. Jumlah pemberi bintang: 2

Belum ada yang kasih bintang! Jadi yang pertama memberi bintang.

Karena kabar ini berguna untuk anda...

Kirimkan ke media sosial anda!

Jangan biarkan ragu menghentikan Anda dari memusnahkan arsip yang tidak diperlukan lagi! Chayra Solusi Arsip siap membantu Anda dengan cara yang aman, terpercaya, ramah lingkungan, dan efisien.

Hubungi kami sekarang untuk menghilangkan keraguan dan mendapatkan solusi arsip yang tepat untuk kebutuhan Anda!

Eksplorasi konten lain dari Chayra.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca