Pendanaan UMKM Asia Tenggara: Peran Penting Tabungan Pribadi dan Dukungan Keluarga

5
(1)

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Asia Tenggara memulai perjalanan bisnis mereka dengan modal yang mereka peroleh dari tabungan pribadi atau dukungan finansial dari keluarga dan teman-teman, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ini adalah temuan dari laporan Grup Modalku, platform pendanaan digital yang mendukung UMKM di kawasan Asia Tenggara.

Menurut laporan tersebut, sekitar 70% UMKM di Asia Tenggara memulai bisnis mereka dengan modal dari tabungan pribadi atau dukungan finansial dari keluarga dan teman. Pendanaan dari bank konvensional menyumbang sekitar 23%, sedangkan sisanya, sekitar 7%, beralih ke alternatif pendanaan seperti perusahaan fintech.

Di Indonesia, mayoritas UMKM memulai bisnis mereka dengan menggunakan uang tabungan, dukungan dari keluarga dan teman (sekitar 51%). Bank konvensional mendukung sekitar 31% UMKM, sementara sekitar 10% memanfaatkan sumber pendanaan alternatif seperti perusahaan fintech. Sisanya, sekitar 3%, berasal dari investor.

Dapatkan Kabar Terbaru dari Kami melalui Whatsapp Channel Chayra.ID. Jadi, jangan ragu lagi! Temukan solusi terbaik untuk kebutuhan bisnis Anda

Meskipun kawasan Asia Tenggara sedang mengalami pemulihan ekonomi setelah mengalami penurunan selama pandemi, tantangan makroekonomi masih ada. Ini mendorong perusahaan pembiayaan tradisional dan digital untuk menciptakan solusi inovatif bagi UMKM. Namun, akses pendanaan yang lebih mudah belum tentu terwujud meskipun banyak pilihan yang tersedia.

Menurut laporan ini, Business Term Loan adalah pilihan utama bagi UMKM yang membutuhkan pembayaran berjangka kepada pemasok. Sebanyak 49% dari responden menggunakan produk Business Term Loan. Di Indonesia, produk ini memberikan kontribusi terbesar, mencapai 74%.

Produk lain yang digunakan oleh UMKM meliputi account payable financing (25%) dan invoice financing (22%). Selain itu, responden di Indonesia juga menggunakan produk manajemen biaya (21%), transaksi lintas-negara (13%), dan sebagian menggunakan fasilitas pembayaran dengan kartu (8%).

Survei juga menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM lebih fokus pada manajemen hutang daripada piutang, terutama dalam hal kemampuan untuk membayar pemasok. Lebih dari sepertiga responden menyebutkan bahwa akses ke pendanaan, termasuk pinjaman dan kartu kredit, serta pemenuhan pembayaran kepada pemasok yang tidak menawarkan pilihan pembayaran yang fleksibel, merupakan permasalahan utama dalam manajemen utang mereka. Oleh karena itu, pemantauan dan pelaporan utang, integrasi faktur atau invoice dengan pesanan pembelian, serta pembayaran oleh UMKM menjadi krusial.

Dalam hal metode pembayaran, transfer bank masih menjadi yang paling umum digunakan oleh UMKM. Hampir 90% UMKM membayar pemasok melalui transfer bank dan menerima pembayaran dari pelanggan dengan metode yang sama. Meskipun demikian, transaksi tunai masih memiliki peran penting, terutama di Indonesia, di mana sekitar 51% responden mengandalkan uang tunai dalam pembayaran kepada pemasok dan penerimaan pembayaran dari pelanggan.

Selain transfer bank, responden juga menggunakan metode pembayaran lain seperti e-wallet (27%), cek (14%), dan virtual account (12%). Untuk pembayaran kepada pemasok, beberapa responden juga menggunakan cek (17%), virtual account (8%), dan sebagian kecil melalui e-wallet (4%).

Pengeluaran terbesar UMKM terutama berkaitan dengan operasional sehari-hari (32%) dan inventaris serta perlengkapan (32%). Di Indonesia, biaya operasional dominan (sekitar 40%), diikuti oleh pembelian inventaris dan perlengkapan (16%), perbaikan dan proyek mendesak (14%), serta gaji karyawan (12%).

Faktor suku bunga rendah ternyata memengaruhi UMKM dalam berpindah merek. Lebih dari setengah (62%) UMKM di Asia Tenggara berpindah merek karena ketidakpuasan mereka terhadap pengalaman yang ditawarkan. Di Indonesia, rekomendasi dari kolega memainkan peran penting dalam keputusan untuk memilih merek atau fasilitas finansial (sekitar 23%, lebih tinggi dari rata-rata regional sebesar 15%).

Laporan ini bertujuan untuk memahami perilaku dan tantangan yang dihadapi UMKM serta bagaimana penggunaan fasilitas pendanaan dan pembayaran digital dapat menciptakan peluang dan efisiensi dalam bisnis mereka.

Apakah kabar ini berguna?

Anda yang tentukan bintangnya!

Tingkat Kepuasan 5 / 5. Jumlah pemberi bintang: 1

Belum ada yang kasih bintang! Jadi yang pertama memberi bintang.

Karena kabar ini berguna untuk anda...

Kirimkan ke media sosial anda!

Ingin kantor Anda lebih rapi dan teratur? Jangan biarkan arsip-arsip berantakan mengganggu produktivitas Anda! Chayra Solusi Arsip siap membantu Anda melakukan penataan arsip dengan cara yang efektif dan efisien.

Jangan biarkan arsip kantor menjadi masalah yang mengganggu kinerja Anda. Hubungi Chayra Solusi Arsip sekarang dan rasakan sendiri manfaat dari penataan arsip yang efektif!

Eksplorasi konten lain dari Chayra.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca