Memahami Prosedur Penggunaan Senjata Api Oleh Polisi

5
(2)

“Artikel ini akan membahas tentang prosedur penggunaan senjata api oleh polisi yang diatur dalam Pasal 47 Peraturan Kepolisian (Perkapolri) No. 8 Tahun 2009. Kami akan menjelaskan kondisi-kondisi yang diperbolehkan untuk penggunaan senjata api serta prosedur yang harus diikuti oleh petugas Polri sebelum menggunakan senjata api.”

Tindakan polisi yang menggunakan senjata api harus dilakukan sesuai dengan Pasal 47 Peraturan Kepolisian (Perkapolri) No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam aturan tersebut ditentukan bahwa penggunaan senjata api oleh petugas hanya diperbolehkan dalam kondisi-kondisi tertentu, yaitu:

  1. Dalam hal menghadapi keadaan luar biasa;
  2. Membela diri dari ancaman kematian atau luka berat;
  3. Membela orang lain dari ancaman kematian atau luka berat;
  4. Mencegah terjadinya kejahatan berat atau yang mengancam jiwa;
  5. Menahan, mencegah atau menghentikan tindakan yang sangat membahayakan jiwa; dan
  6. Menangani situasi yang membahayakan jiwa, dimana langkah-langkah yang lebih lunak tidak cukup.

Selain itu, sesuai dengan Pasal 8 Perkapolri No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, penggunaan senjata api atau alat lain hanya dapat dilakukan jika:

Dapatkan Kabar Terbaru dari Kami melalui Whatsapp Channel Chayra.ID. Jadi, jangan ragu lagi! Temukan solusi terbaik untuk kebutuhan bisnis Anda

  1. Tindakan pelaku kejahatan atau tersangka dapat menimbulkan luka parah atau kematian bagi anggota Polri atau masyarakat;
  2. Anggota Polri tidak memiliki pilihan lain yang beralasan dan masuk akal untuk menghentikan tindakan/perbuatan pelaku kejahatan atau tersangka tersebut;
  3. Anggota Polri sedang mencegah pelaku kejahatan atau tersangka yang merupakan ancaman segera terhadap jiwa anggota Polri atau masyarakat.

Namun tahukah kamu, seorang polisi sebelum menggunakan senjata api harus mengikuti prosedur yang ditentukan dalam Pasal 48 Peraturan Kepolisian (Perkapolri)? Prosedur ini mengatur bahwa setiap petugas Polri dalam melakukan tindakan kepolisian dengan menggunakan senjata api harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Petugas harus memahami prinsip-prinsip penegakan hukum legalitas, nesesitas dan proporsionalitas.
  2. Sebelum menggunakan senjata api, petugas harus memberikan peringatan yang jelas dengan cara: (a) menyebutkan dirinya sebagai petugas atau anggota Polri yang sedang bertugas; (b) memberikan peringatan secara jelas dan tegas kepada sasaran untuk berhenti, angkat tangan, atau meletakkan senjatanya; dan (c) memberikan waktu yang cukup agar peringatan dipatuhi.
  3. Dalam keadaan yang sangat mendesak, dimana penundaan waktu diperkirakan dapat mengakibatkan kematian atau luka berat bagi petugas atau orang lain di sekitarnya, peringatan sebagaimana dimaksud pada poin 2 tidak perlu dilakukan.

Selain itu, setiap petugas Polri dalam melakukan tindakan dengan menggunakan kekuatan/tindakan keras juga harus mempertimbangkan hal-hal yang tertuang pada Pasal 45 Perkapolri No. 8/2009 yaitu:

  1. Tindakan dan cara-cara tanpa kekerasan harus diusahakan terlebih dahulu;
  2. Tindakan keras hanya diterapkan bila sangat diperlukan;
  3. Tindakan keras hanya diterapkan untuk tujuan penegakan hukum yang sah;
  4. Tidak ada pengecualian atau alasan apapun yang dibolehkan untuk menggunakan kekerasan yang tidak berdasarkan hukum;
  5. Penggunaan kekuatan dan penerapan tindakan keras harus dilaksanakan secara proporsional dengan tujuannya dan sesuai dengan hukum;
  6. Penggunaan kekuatan, senjata atau alat dalam penerapan tindakan keras harus berimbang dengan ancaman yang dihadapi;
  7. Harus ada pembatasan dalam penggunaan senjata/alat atau dalam penerapan tindakan keras; dan
  8. Kerusakan dan luka-luka akibat penggunaan kekuatan/tindakan keras harus seminimal mungkin

Setelah seorang petugas Polri melakukan penindakan dengan menggunakan senjata api, ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan oleh petugas tersebut. Kewajiban ini diatur dalam Pasal 49 Peraturan Kepolisian (Perkapolri) No. 8/2009, yaitu:

  1. Mempertanggungjawabkan tindakan penggunaan senjata api;
  2. Memberikan bantuan medis bagi setiap orang yang terluka dalam tembakan;
  3. Memberitahukan kepada keluarga atau kerabat korban akibat penggunaan senjata api;
  4. Membuat laporan terinci dan lengkap tentang penggunaan senjata api; dan
  5. Melakukan tindakan penyidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ini menunjukkan bahwa setelah melakukan tindakan dengan menggunakan senjata api, petugas Polri harus bertanggung jawab atas tindakannya dan harus melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengatasi akibat yang ditimbulkan oleh penggunaan senjata api tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan untuk melindungi keamanan masyarakat.

 

Apakah kabar ini berguna?

Anda yang tentukan bintangnya!

Tingkat Kepuasan 5 / 5. Jumlah pemberi bintang: 2

Belum ada yang kasih bintang! Jadi yang pertama memberi bintang.

Karena kabar ini berguna untuk anda...

Kirimkan ke media sosial anda!

Pandu langkahmu menuju kesuksesan sebagai seorang advokat dengan mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Chayra Institute, bekerjasama dengan DPN PERADI dan PMIH Universitas Pancasila.

Dalam program PKPA, kamu akan dibimbing oleh tenaga pengajar yang berpengalaman dan ahli di bidang hukum. Kurikulum yang disusun secara komprehensif akan memberikan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek penting dalam praktik Hukum. Dapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan profesi advokat saat ini.

Ikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Chayra Institute sekarang juga!

Berlangganan via Whatsapp

Share:

More Posts

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Send Us A Message

Eksplorasi konten lain dari Chayra.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca