Sen - Jum: 10.00 - 18.00 WIB

+6288292100135

kirimpesan[at]chayra[dot]id

Melindungi Karya Anda: Pemahaman Hak Cipta dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014

Chayra Blog(179)
5
(2)

“Anda sebagai pencipta pasti ingin melindungi karya Anda dari penggunaan tanpa izin. Pelajari tentang hak cipta dan hak ekonomi dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 sebagai alat untuk melindungi karya Anda”

Isu tentang Hak Kekayaan Intelektual semakin sering dibicarakan oleh masyarakat saat ini. Banyak seniman, musisi, dan penulis buku yang menyatakan bahwa hak kekayaan intelektual adalah hak yang wajib diakui dan dinikmati oleh para profesional atas karya yang mereka ciptakan.

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sendiri terdiri dari beberapa cabang, seperti hak paten, hak merek, hak desain industri, dan hak cipta yang paling sering dibahas. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 mengatur tentang hak cipta. Dalam pasal 1 angka 1 UU tersebut, hak cipta didefinisikan sebagai hak eksklusif yang otomatis timbul setelah karya diciptakan dalam bentuk nyata dan tanpa mengurangi batasan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Sementara itu, pemegang hak cipta adalah pencipta atau pihak yang sah menerima hak tersebut dari pencipta.

Melalui pengertian ini, kita dapat memahami bahwa hak cipta hanya diberikan kepada pencipta saja. Pasal 4 UU 28/2014 membagi hak eksklusif ini menjadi dua bagian, yaitu hak moral dan hak ekonomi. Dengan adanya hak moral dan ekonomi, pemegang hak cipta dapat memperoleh beberapa keuntungan.

Hak moral yang diatur dalam Pasal 5-7 UU 28/2014 menyatakan bahwa hak ini selalu melekat pada pencipta, bahkan setelah pencipta meninggal dunia. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menwasiatkan hak moral kepada penerima yang ditunjuk. Dengan adanya hak moral, seorang pencipta berhak untuk:

  1. Mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada salinan karya yang digunakan untuk umum;
  2. Menggunakan nama samaran atau alias;
  3. Mengubah karya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat;
  4. Mengubah judul dan subjudul karya;
  5. Mempertahankan haknya jika terjadi distorsi, mutilasi, atau modifikasi karya yang merugikan kehormatan atau reputasinya.

Sedangkan hak ekonomi dapat dilihat dari pengaturan dalam Pasal 8-19 UU 28/2014. Dengan memiliki hak ekonomi atas karya, seseorang berhak untuk:

  1. Menerbitkan karya;
  2. Menggandakan karya dalam berbagai bentuk;
  3. Mentranslasikan karya;
  4. Mengadaptasi, mengaransemen, atau mentransformasikan karya;
  5. Mendistribusikan karya atau salinannya;
  6. Mempertunjukkan karya;
  7. Membuat pengumuman karya;
  8. Melakukan komunikasi karya; dan
  9. Menyewakan karya.
Layak Dibaca:  Pelindungan Hukum Desain Industri: Memajukan Kreativitas dan Inovasi di Indonesia

Melalui hak moral dan ekonomi yang diberikan, para pencipta dapat melindungi karyanya dan memperoleh manfaat yang layak dari hasil karyanya.

Untuk menjaga agar hak ekonomi tetap “eksklusif” bagi pemegang hak, setiap orang yang ingin melakukan kegiatan seperti yang disebutkan sebelumnya harus memiliki izin dari pencipta. Seperti halnya hak moral, hak ekonomi juga dapat dialihkan. Ada beberapa cara untuk mengalihkan hak ekonomi, seperti melalui pewarisan, hibah, wakaf, wasiat, perjanjian tertulis, atau alasan lain yang diizinkan oleh undang-undang.

Mengetahui dan memahami hak-hak yang dimiliki sebagai pemegang hak cipta sangat penting agar dapat melindungi karya dan memperoleh manfaat yang layak dari hasil karya. Oleh karena itu, sebagai pencipta harus tetap waspada terhadap tindakan-tindakan yang dapat merugikan hak cipta karya yang diciptakan.

 

 

Apakah kabar ini berguna?

Anda yang tentukan bintangnya!

Tingkat Kepuasan 5 / 5. Jumlah pemberi bintang: 2

Belum ada yang kasih bintang! Jadi yang pertama memberi bintang.

Karena kabar ini berguna untuk anda...

Kirimkan ke media sosial anda!

Pandu langkahmu menuju kesuksesan sebagai seorang advokat dengan mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Chayra Institute, bekerjasama dengan DPN PERADI dan PMIH Universitas Pancasila.

Dalam program PKPA, kamu akan dibimbing oleh tenaga pengajar yang berpengalaman dan ahli di bidang hukum. Kurikulum yang disusun secara komprehensif akan memberikan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek penting dalam praktik Hukum. Dapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan profesi advokat saat ini.

Ikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Chayra Institute sekarang juga!

Berlangganan Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan Kabar Chayra terbaru melalui surel.

Bergabung dengan 1 pelanggan lain