Jangan Terjebak dalam Masalah Kredit Macet! Pelajari Risiko dan Ketentuan Layanan Paylater

5
(1)

“Pertimbangkan matang-matang sebelum menggunakan layanan paylater dan hindari masalah kredit macet di masa depan!”

Industri fintech paylater atau buy now pay later (BNPL) tengah menghadapi tantangan yang cukup serius, yaitu tingkat kredit macet yang tinggi. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2022, tingkat kredit macet paylater mencapai 7,91 persen, lebih tinggi dari non performing loan (NPL) paylater pada Juli 2022 sebesar 6,49 persen. Meskipun layanan paylater sebenarnya memiliki fungsi untuk membantu masyarakat yang selama ini tidak terlayani lembaga keuangan konvensional untuk mengakses pinjaman, kemudahan yang diberikan ternyata tidak selaras dengan kesadaran masyarakat akan kemampuan untuk melunasi pinjaman tersebut.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan paylater, calon pengguna perlu memahami beberapa hal penting. Seperti disebutkan dalam laman sikapiuangmu.ojk.go.id, paylater merupakan layanan untuk menunda pembayaran (buy now, pay later) dengan cara menyediakan fasilitas cicilan atau pelunasan terhadap tagihan transaksi kita. Saat ini, paylater dapat dimanfaatkan oleh konsumen yang telah memiliki KTP, dengan batas usia minimum setiap perusahaan paylater dapat berbeda, ada yang usia 17 tahun dan adapula yang 21 tahun. Paylater umumnya dapat dimanfaatkan melalui aplikasi e-commerce, dompet digital, dan aplikasi pemesanan digital lainnya.

Dapatkan Kabar Terbaru dari Kami melalui Whatsapp Channel Chayra.ID. Jadi, jangan ragu lagi! Temukan solusi terbaik untuk kebutuhan bisnis Anda

Namun, pengguna paylater perlu diingat bahwa kemudahan fitur dan penggunaannya kerap kali membuat konsumen tidak berpikir dua kali untuk menggunakan cara transaksi ini. Seperti kartu kredit atau produk pinjaman lainnya, paylater memiliki ketentuan yang perlu dipahami seperti manfaat, risiko, dan ketentuan layanannya.

Berikut adalah 5 ketentuan umum yang ada di dalam layanan paylater yang perlu dipahami oleh calon pengguna:

Pertama, limit pinjaman merupakan batas pinjaman yang dapat diajukan melalui aplikasi paylater. Meskipun memiliki limit yang besar, pastikan penggunaan paylater sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar.

Kedua, seperti produk pinjaman lainnya, paylater juga memiliki persentase bunga yang dikenakan pada pinjaman dan dapat dikenakan per bulan, minggu, atau hari. Masyarakat perlu memperhitungkan kemampuan melunasi pinjaman agar bunga tidak terus menumpuk.

Ketiga, biaya layanan yang harus dibayarkan per bulan atau per transaksi dengan pembayaran melalui aplikasi paylater, seperti biaya aplikasi atau administrasi.

Keempat, tenor berupa jangka waktu pelunasan pinjaman biasanya per bulan atau minggu. Pengguna paylater perlu memperhatikan ketentuan tenor dan memilih tenor yang sesuai dengan kemampuan bayar, baik itu melalui cicilan atau sekali pembayaran.

Kelima, ketika tidak dapat melunasi pinjaman sesuai ketentuan tenor, pengguna akan dikenakan biaya denda keterlambatan yang dapat dihitung per bulan, minggu, atau harian.

Lima hal diatas harus menjadi pertimbangan utama bagi calon pengguna layanan paylater sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Meskipun layanan ini menawarkan kemudahan dan aksesibilitas bagi masyarakat yang tidak terlayani oleh lembaga keuangan konvensional, namun calon pengguna harus mempertimbangkan secara matang kemampuan mereka dalam melunasi pinjaman.

Tingkat kredit macet yang masih tinggi pada industri fintech paylater juga menjadi perhatian bagi regulator di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan sejumlah tindakan untuk mengurangi tingkat kredit macet tersebut, termasuk dengan menetapkan batas maksimal bunga untuk layanan paylater.

Namun, pada akhirnya, tanggung jawab utama tetap berada pada calon pengguna layanan paylater. Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan ini, calon pengguna harus memahami sepenuhnya ketentuan dan risiko yang terkait dengan layanan tersebut. Dengan mempertimbangkan matang-matang kemampuan mereka dalam melunasi pinjaman, calon pengguna dapat memanfaatkan layanan paylater dengan bijak dan menghindari masalah kredit macet di masa depan.

Dalam era digital yang semakin maju seperti sekarang, layanan fintech seperti paylater menjadi semakin penting. Namun, kita sebagai masyarakat juga harus bijak dalam menggunakannya. Jangan sampai kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh layanan fintech membuat kita terjebak dalam masalah hutang dan kredit macet yang sulit diatasi di kemudian hari.

Apakah kabar ini berguna?

Anda yang tentukan bintangnya!

Tingkat Kepuasan 5 / 5. Jumlah pemberi bintang: 1

Belum ada yang kasih bintang! Jadi yang pertama memberi bintang.

Karena kabar ini berguna untuk anda...

Kirimkan ke media sosial anda!

Pandu langkahmu menuju kesuksesan sebagai seorang advokat dengan mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Chayra Institute, bekerjasama dengan DPN PERADI dan PMIH Universitas Pancasila.

Dalam program PKPA, kamu akan dibimbing oleh tenaga pengajar yang berpengalaman dan ahli di bidang hukum. Kurikulum yang disusun secara komprehensif akan memberikan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek penting dalam praktik Hukum. Dapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan profesi advokat saat ini.

Ikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Chayra Institute sekarang juga!

Berlangganan via Whatsapp

Share:

More Posts

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Send Us A Message

Eksplorasi konten lain dari Chayra.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca